![]() |
| Aksi Ke-17 Suara Kaum Awam Katolik Papua Tolak Dukungan Uskup Merauke terhadap PSN |
Aksi yang disebut sebagai aksi ke-17 tersebut berlangsung pada Minggu (7/6/2026) di Gereja Katolik Paroki Kristus Terang Dunia Waena dan Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Abepura, wilayah Keuskupan Jayapura.
Dalam pernyataan yang ditandatangani oleh Stenly Dambujai dan Chris Dogopia atas nama Suara Kaum Awam Katolik Papua, mereka mengaitkan penolakan terhadap PSN dengan refleksi iman pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Corpus Christi) yang dirayakan Gereja Katolik pada hari yang sama.
Menurut mereka, Ekaristi merupakan simbol kasih Allah yang menghadirkan kehidupan, keselamatan, dan persekutuan antara Allah dengan umat manusia. Sebaliknya, mereka menilai PSN yang sedang berjalan di Tanah Anim Ha telah menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup, ruang hidup masyarakat adat, serta keberlangsungan budaya masyarakat setempat.
Dalam refleksi yang dibacakan saat aksi, kelompok tersebut menyatakan bahwa dukungan terhadap PSN tidak sejalan dengan ajaran sosial Gereja, termasuk prinsip-prinsip perlindungan martabat manusia, keadilan sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Mereka juga mengkritik pernyataan dukungan yang sebelumnya disampaikan oleh Uskup Agung Merauke. Menurut mereka, dukungan tersebut bukan merupakan ajaran resmi Gereja maupun Sabda Tuhan, melainkan pandangan pribadi yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada umat.
“PSN bukan Sakramen Ekaristi. PSN bukan roti kehidupan yang menghidupkan, melainkan proyek yang dinilai membawa penderitaan bagi masyarakat adat dan lingkungan hidup,” demikian salah satu poin refleksi yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Kelompok Suara Kaum Awam Katolik Papua menilai bahwa pelaksanaan PSN di wilayah Anim Ha berpotensi mengakibatkan kerusakan ekologi, hilangnya ruang hidup masyarakat adat, serta ancaman terhadap keberlanjutan budaya masyarakat lokal.
Dalam pernyataan sikapnya, mereka menyampaikan empat tuntutan utama:
Mendesak Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, untuk memberikan klarifikasi atas pernyataan dukungannya terhadap PSN di Tanah Anim Ha, Papua Selatan.
Meminta dilakukan pergantian kepemimpinan di Keuskupan Agung Merauke.
Mendesak Vatikan, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dan para uskup di Tanah Papua untuk melakukan investigasi terhadap dugaan keterlibatan pemimpin Gereja Katolik Keuskupan Agung Merauke dalam proyek yang dinilai berdampak pada kerusakan lingkungan dan masyarakat adat.
Mendorong pengangkatan uskup Orang Asli Papua pada tiga keuskupan, yakni Keuskupan Agung Merauke, Keuskupan Agats-Asmat, dan Keuskupan Manokwari-Sorong.
Aksi berlangsung secara damai dan diisi dengan doa, refleksi Kitab Suci, serta penyampaian pernyataan sikap kepada umat yang hadir.



0 Comments