Yahukimo, Yamenadi.com – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM melalui siaran pers kedua per Senin, 18 Mei 2026, secara resmi mengumumkan gugurnya dua anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue dalam kontak bersenjata yang terjadi di pusat Kota Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan, Minggu (17/05/2026) sekitar pukul 02.00 WIT dini hari.

Dalam laporan resmi yang diterima dari Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka bersama Komandan Operasi TPNPB Batalyon Yamue, Mayor Dejang Heluka, disebutkan bahwa dua anggota yang gugur masing-masing bernama Yoper Payage dan Marten Heluka.

Yoper Payage diketahui lahir di Seleman pada 6 April 2006 dan berusia 20 tahun. Sementara Marten Heluka lahir di Heagasem pada 1 Mei 2002 dan berusia 24 tahun. Keduanya disebut sebagai anggota aktif TPNPB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyampaikan bahwa pihaknya secara resmi menetapkan duka nasional atas gugurnya kedua anggota tersebut. Ia menyebut keduanya sebagai “prajurit terbaik bangsa Papua” yang dinilai telah berjuang dalam operasi bersenjata melawan aparat militer Indonesia di wilayah Yahukimo.

“Atas jasa dan pengorbanan mereka demi bangsa dan Tanah Papua maka mereka layak menjadi pahlawan bangsa Papua yang telah gugur dalam medan perang,” ujar Sebby Sambom dalam siaran persnya.

Sebby Sambom juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga kedua anggota yang gugur. Menurutnya, pengorbanan kedua anggota tersebut merupakan bagian dari perjuangan TPNPB untuk “merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua.”

Sementara itu, Komandan Operasi TPNPB Batalyon Yamue, Mayor Dejang Heluka, mengklaim bahwa pasukannya melakukan serangan balasan setelah insiden tersebut dan berhasil menembak satu aparat militer Indonesia di lokasi yang sama di pusat Kota Dekai.

“Dalam serangan balasan, kami berhasil menembak satu aparat militer Indonesia di lokasi yang sama dan itu sebagai balasan atas gugurnya dua prajurit TPNPB,” kata Mayor Dejang Heluka.

Dalam pernyataannya, TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur dalam perjuangan bersenjata hingga tuntutan kemerdekaan Papua diakui.

“TPNPB Kodap XVI Yahukimo dari Batalyon Yamue tidak akan pernah ragu dan mundur dalam medan perang hingga negara kolonialisme Indonesia mengakui kemerdekaan bangsa Papua,” lanjutnya.

Selain menyampaikan duka nasional, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga menyerukan kepada masyarakat Papua agar tetap mendukung perjuangan yang mereka lakukan. Dalam pernyataan tersebut, TPNPB mengajak seluruh pasukan di 36 Komando Daerah Pertahanan (Kodap) serta masyarakat Papua untuk tetap “membela tanah air” dan memperjuangkan kemerdekaan Papua.

“Jika kami terus dijajah maka pembunuhan, penyiksaan dan perampasan sumber daya alam Papua terus terjadi sementara rakyat Papua tetap miskin di atas tanah leluhurnya,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun aparat keamanan Indonesia terkait klaim penembakan aparat militer yang disampaikan oleh TPNPB-OPM.