IPMY Jakarta Tegaskan IS Bukan Bagian Organisasi, Tolak Pencatutan Nama Mahasiswa Yahukimo

Jakarta, Yamenadi.com - Ikatan Pelajar Mahasiswa Yahukimo (IPMY) Jakarta akhirnya buka suara terkait beredarnya video seorang pria berinisial IS yang ramai diperbincangkan di media sosial dan grup WhatsApp.

Video tersebut memicu polemik setelah IS menyampaikan narasi bahwa Papua berada dalam kondisi damai serta mendukung Program Strategis Nasional (PSN) sebagai jalan kesejahteraan masyarakat Papua dan Film Dokumenter Pesta Babi itu tidak benar. Pernyataan itu kemudian menuai reaksi keras karena dianggap membawa-bawa nama mahasiswa Yahukimo Jakarta.

Dalam pernyataan sikap resmi tertanggal 27 Mei 2026, IPMY Jakarta menegaskan bahwa IS bukan anggota sah organisasi mahasiswa Yahukimo Jakarta dan tidak memiliki hak maupun mandat untuk berbicara atas nama mahasiswa Yahukimo.

“Segala bentuk pernyataan politik, opini pribadi, maupun aktivitas saudara IS tidak ada kaitannya dengan organisasi IPMY Jakarta,” tegas mereka.

IPMY Jakarta menjelaskan bahwa IS hanya diberikan izin tinggal sementara di Asrama Yahukimo Jakarta, Lorong Gelap, atas dasar kemanusiaan dan solidaritas sesama anak Yahukimo setelah kembali dari Rusia.

Namun, setelah video tersebut beredar luas dan memunculkan opini liar di tengah publik, mahasiswa Yahukimo Jakarta langsung melakukan pertemuan internal guna meminta klarifikasi dari yang bersangkutan.

Pertemuan berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026 di Asrama Yahukimo Jakarta, Lorong Gelap, dengan agenda utama meminta penjelasan terkait isi video dan alasan IS membangun narasi yang dinilai seolah-olah mewakili mahasiswa Yahukimo Jakarta.

Dalam forum tersebut, mahasiswa Yahukimo Jakarta mempertanyakan secara langsung tujuan pembuatan video yang dianggap telah menyeret nama organisasi ke dalam polemik politik Papua.

Hasilnya, mahasiswa Yahukimo Jakarta mengambil keputusan tegas.

IS diwajibkan membuat video klarifikasi kepada publik bahwa dirinya bukan bagian dari IPMY Jakarta dan seluruh pernyataannya merupakan tanggung jawab pribadi.

Selain itu, berdasarkan hasil keputusan bersama mahasiswa Yahukimo Jakarta, IS juga tidak lagi diperbolehkan tinggal di Asrama Yahukimo Jakarta, Lorong Gelap.

Keputusan tersebut diambil demi menjaga stabilitas internal organisasi dan mencegah berkembangnya opini yang dianggap dapat merugikan nama baik mahasiswa Yahukimo Jakarta di ruang publik.

IPMY Jakarta juga menegaskan bahwa IS tidak pernah tercatat sebagai anggota resmi organisasi, tidak mengikuti proses kaderisasi, serta tidak masuk dalam struktur kepengurusan organisasi mahasiswa Yahukimo Jakarta.

“Segala opini yang menyebut saudara IS sebagai representasi mahasiswa Yahukimo Jakarta adalah opini yang keliru, menyesatkan, dan tidak dapat dipertanggungjawabkan,” bunyi pernyataan sikap tersebut.

Melalui klarifikasi ini, IPMY Jakarta meminta seluruh masyarakat agar tidak lagi mengaitkan video maupun pandangan pribadi IS dengan organisasi mahasiswa Yahukimo Jakarta.

Organisasi mahasiswa tersebut menegaskan bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas seluruh narasi, informasi, maupun pernyataan yang disebarkan IS di media sosial ataupun grup WhatsApp.

Pernyataan sikap itu ditandatangani resmi oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa Yahukimo (IPMY) Jakarta di Jakarta sebagai bentuk tanggung jawab moral organisasi kepada publik.