Baku tembak di Nduga: Praka Aprianus tewas, Mayor Ket Gwijangge gugur

Nduga, YAMENADI.COM – Kontak senjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan aparat militer Indonesia dilaporkan terjadi pada 29 April 2026 di wilayah Gunung Alma, sekitar aliran Sungai Yuguru, Kabupaten Nduga.

Dalam siaran pers yang dirilis oleh Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB pada Sabtu (2/5/2026), disebutkan bahwa baku tembak berlangsung sekitar pukul 09.00 hingga 12.00 waktu setempat.

Menurut laporan tersebut, satu anggota militer Indonesia, Praka Aprianus, dilaporkan tewas, sementara satu lainnya dalam kondisi kritis. Di pihak TPNPB, Komandan Operasi Batalyon Mugi, Mayor Ket Gwijangge, juga dinyatakan gugur dalam pertempuran.

Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Derakma, Brigjen Egianus Kogeya, melalui laporan resmi menyampaikan bahwa almarhum Ket Gwijangge merupakan salah satu prajurit berpengalaman yang telah bergabung sejak 2017 dan terlibat dalam berbagai operasi di wilayah Kenyam, Yigi, Mugi, hingga Mapenduma.

Komandan Batalyon Yuguru, Mayor Yibet Gwijangge, dalam keterangannya menyebutkan bahwa pihaknya menetapkan masa duka atas gugurnya anggota mereka.
Ia mengatakan, “Ket Gwijangge adalah prajurit terbaik kami yang telah berjuang di berbagai wilayah operasi di Nduga.”

Selain itu, dalam pernyataan yang sama, pihak TPNPB juga menyerukan kepada seluruh pasukannya untuk tetap bersatu.
Mereka menyatakan, “Perjuangan ini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kemerdekaan bangsa Papua,” ujarnya.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB turut mengumumkan duka nasional kepada seluruh jaringan mereka di 36 Komando Daerah Pertahanan di Tanah Papua. Mereka juga menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa dari pihak militer Indonesia.

Dalam siaran pers tersebut, TPNPB kembali menegaskan posisi politiknya terkait konflik di Papua. Mereka menyatakan bahwa perjuangan akan terus berlangsung hingga adanya pengakuan terhadap kemerdekaan Papua.

Siaran pers ini disampaikan oleh juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, dan ditandatangani oleh sejumlah pimpinan tinggi organisasi TPNPB OPM.