YAHUKIMO, YAMENADI.COM - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Kodap XVI Yahukimo mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden penembakan yang terjadi pada 25 April 2026 di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan. Dalam pernyataannya, kelompok tersebut mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang disebut menyasar sebuah pesawat serta empat unit kendaraan di lokasi kejadian.
Juru bicara TPNPB Kodap XVI Yahukimo menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari operasi mereka di wilayah konflik. “Kami bertanggung jawab penuh atas aksi tersebut,” demikian pernyataan yang disampaikan kepada publik.
Selain itu, pihak TPNPB juga mendesak aparat militer Indonesia untuk bersikap terbuka terkait korban dalam insiden tersebut. Mereka menuding adanya kemungkinan korban dari unsur aparat maupun agen intelijen yang, menurut mereka, tidak disampaikan secara transparan kepada publik.
“Kami meminta agar aparat militer Indonesia tidak menyembunyikan identitas korban, termasuk jika terdapat anggota atau agen intelijen yang terdampak dalam serangan ini,” lanjut pernyataan tersebut.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang terverifikasi secara independen terkait jumlah korban maupun detail kronologi kejadian dari pihak berwenang. Aparat keamanan Indonesia sebelumnya menyatakan bahwa situasi di wilayah Yahukimo masih dalam pengamanan pasca-insiden.
Pihak keamanan juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Latar Belakang
Wilayah Yahukimo merupakan salah satu daerah di Papua Pegunungan yang dalam beberapa tahun terakhir kerap mengalami gangguan keamanan akibat konflik bersenjata antara kelompok bersenjata dan aparat negara. Insiden kekerasan seperti penembakan terhadap warga sipil, aparat, maupun fasilitas transportasi masih menjadi perhatian serius.
Penutup
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya transparansi informasi serta perlindungan terhadap masyarakat sipil di wilayah konflik. Semua pihak diharapkan dapat menahan diri dan mengedepankan upaya damai guna mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut. (*)

0 Comments