![]() |
| Korban Warga sipil di puncak, Papua Tengah, Senin (04/05/2026). (Foto: Supplier for Yamenad.com) |
Nabire, YAMENADI.COM – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim aparat militer Indonesia melakukan penembakan terhadap empat warga sipil dalam operasi militer yang berlangsung di Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sejak 1 hingga 4 Mei 2026.
Dalam siaran pers kedua yang diterima pada Selasa (5/5/2026), juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyebut operasi militer tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga sipil, termasuk para pengungsi.
Menurutnya, laporan yang disebut berasal dari PIS TPNPB di Kota Ilaga, seorang perempuan bernama Tarling Wanimbo (20) dilaporkan tewas ditembak saat sedang mencari makanan di kebun milik keluarganya di Kampung Eregobah (Eronggobak), Distrik Omukia, pada 1 Mei 2026.
“Korban ditembak saat sedang mencari makan di kebun keluarganya,” tulis TPNPB dalam keterangannya.
TPNPB juga menyebut pada 3 Mei 2026, seorang perempuan lainnya, Naena Murib (31), ditembak ketika sedang berkebun di wilayah Distrik Omukia.
Selain itu, operasi yang diklaim terus meluas di wilayah Omukia disebut mengakibatkan penembakan terhadap dua warga lainnya, yakni Amukiamen Magay dan Naimar Murib. Salah satu korban dilaporkan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya mengalami luka-luka.
Dikatakan, Sebby menyebut operasi militer Indonesia telah berlangsung sejak April 2026 di sejumlah wilayah Kabupaten Puncak, termasuk Distrik Kembru, Pogoma, dan Omukia. Situasi tersebut disebut memicu gelombang pengungsian warga sipil ke Distrik Omukia.
“Para pengungsi yang berada di Distrik Omukia terus menjadi sasaran penembakan dalam operasi tersebut,” ujar Sebby Sambom.
TPNPB juga menuduh aparat keamanan menduduki kamp-kamp pengungsian dan melakukan interogasi terhadap warga yang mengungsi di Distrik Omukia.
“Mereka melakukan interogasi terhadap para pengungsi hingga terjadi penembakan di wilayah pengungsian sejak 1-4 Mei 2026,” lanjutnya.
Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan aktivitas militer di kamp-kamp pengungsian di Distrik Omukia.
Akhirnya pernyataannya TPNPB menyerukan kepada lembaga hak asasi manusia internasional, jurnalis asing, dan Palang Merah Internasional untuk memberikan perhatian serta bantuan kemanusiaan kepada warga sipil yang terdampak konflik bersenjata di Papua. ***

0 Comments