![]() |
| Oktovianus Mote |
Amerika, Yamenadi.com - Organisasi United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menyerukan dukungan doa dari masyarakat Papua di seluruh dunia serta para pihak yang bersolidaritas, menjelang keikutsertaan delegasi mereka dalam United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues 25th Session (UNPFII) di New York.
Seruan ini disampaikan Sekretaris Eksekutif ULMWP, Markus Haluk, di tengah situasi yang disebut sebagai krisis kemanusiaan berkepanjangan di sejumlah wilayah Papua, termasuk Puncak, Tolikara, dan Dogiyai. ULMWP menilai konflik yang terjadi berdampak luas terhadap masyarakat sipil, khususnya masyarakat adat.
Dalam agenda internasional tersebut, delegasi Papua dijadwalkan mengikuti dua kegiatan utama. Pertama, sebuah side event UNPFII yang mengangkat tema kesehatan, kesejahteraan, dan martabat masyarakat adat di kawasan hutan tropis dunia, termasuk Amazon, Kongo, dan Papua Barat. Dalam forum ini, perwakilan Papua, Octovianus Mote, akan menyampaikan pandangan terkait kondisi masyarakat adat di Papua.
Kegiatan kedua adalah forum diskusi mengenai situasi hak asasi manusia di Papua yang berfokus pada dampak proyek strategis nasional terhadap masyarakat adat. Isu-isu yang akan diangkat mencakup dugaan pelanggaran HAM seperti pembunuhan di luar hukum, penyiksaan, serta penghilangan paksa.
Selain dua agenda tersebut, delegasi Papua juga dijadwalkan mengikuti berbagai pertemuan strategis lainnya dalam rangkaian UNPFII serta pemutaran film dokumenter berjudul Pesta Baby.
ULMWP mengajak seluruh masyarakat Papua dan komunitas internasional untuk bersatu dalam doa, dengan harapan agar delegasi yang hadir diberikan kekuatan dan perlindungan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat Papua di forum global tersebut.
“Kami berharap suara rakyat Papua dapat didengar oleh dunia internasional, sehingga membuka jalan bagi keadilan dan martabat bagi bangsa Papua,” ujar Markus Haluk dalam pernyataannya, dipetik media ini, Sabtu (25/04).
Forum UNPFII sendiri merupakan wadah di bawah United Nations yang membahas isu-isu masyarakat adat di tingkat global, termasuk hak asasi manusia, lingkungan, kesehatan, dan pembangunan berkelanjutan. (*)
(Yamenadi.com)

0 Comments