Anggota MRP Pokja Agama, Yohanes Okdinon, menyampaikan pernyataan terkait pentingnya menjaga kemurnian demokrasi dalam Pemilihan Presiden Mahasiswa Universitas Musamus (Unmus) periode 2026–2027 di Merauke, Papua Selatan, Selasa (21/04/2026). Ia menegaskan pemilihan harus bebas dari intervensi politik serta mendorong keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) dalam kepemimpinan mahasiswa. (Dok Istimewa)

Merauke, YAMENADI.COM Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Pokja Agama, Yohanes Okdinon, menegaskan bahwa pelaksanaan Pemilihan Presiden Mahasiswa Universitas Musamus (Unmus) periode 2026–2027 harus berlangsung secara murni sebagai demokrasi mahasiswa, tanpa intervensi kepentingan politik dari pihak mana pun.


Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa (21/04/2026), sebagai respons atas dinamika yang berkembang menjelang proses pemilihan di lingkungan kampus Unmus.


Menurut Yohanes, demokrasi kampus merupakan ruang pembelajaran penting bagi mahasiswa dalam membangun karakter kepemimpinan. Karena itu, prosesnya harus dijaga tetap independen, transparan, dan mencerminkan aspirasi mahasiswa secara utuh.


“Pemilihan Presiden Mahasiswa tidak boleh ditunggangi kepentingan politik tertentu. Ini harus menjadi demokrasi mahasiswa yang murni,” ujarnya, dikutip dari akun Facebook @infokejadiankotamappi, Jumat (24/04/2026).


Ia menilai organisasi kemahasiswaan memiliki peran strategis dalam mencetak calon pemimpin masa depan, khususnya bagi generasi muda Papua di lingkungan Universitas Musamus sebagai perguruan tinggi negeri di Papua Selatan.


Selain menyoroti pentingnya independensi, Yohanes juga mendorong agar Orang Asli Papua (OAP) diberikan ruang yang adil dalam kepemimpinan mahasiswa. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan semangat perlindungan hak-hak OAP dalam kerangka Otonomi Khusus (Otsus).


“Kita berbicara soal hak Otsus. OAP harus mendapat ruang kepemimpinan, termasuk memimpin sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Musamus,” tegasnya.


Lebih lanjut, ia mengajak seluruh mahasiswa untuk menjaga proses demokrasi kampus dengan sikap dewasa, menjunjung tinggi transparansi, serta menghindari konflik kepentingan yang dapat merusak persatuan mahasiswa.


Pemilihan Presiden Mahasiswa Universitas Musamus periode 2026–2027, Okdinon harap semoga menjadi momentum penting untuk melahirkan pemimpin mahasiswa yang mampu memperjuangkan kepentingan bersama secara adil, inklusif, dan bertanggung jawab. (*)


(Yamenadi.com