Keterangan Foto: Ratusan massa mengikuti konsolidasi terbuka yang digelar KNPB di Jayapura, Jumat (24/4/2026), dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan” sambil melakukan long march di Perumnas III Waena bentuk penyampaian aspirasi terkait situasi keamanan dan HAM di Papua. (Foto : Supplier for Yamenadi.com)

Jayapura, Yamenadi.com - Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menggelar konsolidasi terbuka kepada publik pada Jumat (24/4/2026) di Jayapura, Papua. Kegiatan ini mengangkat isu utama mengenai situasi keamanan dan hak asasi manusia (HAM) di Papua yang dinilai semakin memprihatinkan.


Konsolidasi tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk pemuda, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta simpatisan. Kegiatan diawali dari Perumnas III Waena dan dilanjutkan dengan aksi long march menuju Abepura.


Dalam aksi tersebut, ratusan peserta membentangkan spanduk bertuliskan “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan” serta menyampaikan orasi. Mereka menyoroti kondisi di sejumlah wilayah seperti Puncak, Intan Jaya, Dogiyai, Tolikara, dan Pegunungan Bintang yang disebut mengalami tekanan keamanan dan dampak kemanusiaan.

KNPB: Hentikan Kekerasan, Lindungi Masyarakat Sipil, (dok: yamenadi.com)

Dalam pemaparannya, KNPB menyampaikan bahwa peningkatan kehadiran aparat keamanan di beberapa daerah dinilai berdampak pada kehidupan masyarakat sipil, termasuk munculnya pengungsian, rasa tidak aman, dan keterbatasan aktivitas masyarakat.


Selain itu, KNPB juga menyinggung keberadaan proyek investasi skala besar yang dinilai berpotensi memberi tekanan terhadap masyarakat adat, terutama terkait kepemilikan tanah dan sumber daya alam.


Dukungan terhadap kegiatan ini disampaikan oleh Nieuw Guinea Raad (NGR). Ketua NGR, Aminus Balingga, menyatakan bahwa konsolidasi ini penting sebagai upaya membangun persatuan masyarakat Papua dalam merespons situasi yang berkembang.


“Kondisi saat ini membutuhkan respons bersama dari seluruh elemen masyarakat, baik di tingkat lokal maupun dalam skala yang lebih luas,” ujarnya.


Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi terbuka bagi peserta untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka terkait situasi yang dihadapi. Sejumlah peserta mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi keamanan dan masa depan generasi Papua.


KNPB menegaskan bahwa konsolidasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kolektif serta memperkuat solidaritas masyarakat. Mereka juga mengajak masyarakat untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan terorganisir.


KNPB menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menuju aksi lanjutan yang direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat di berbagai wilayah Papua.


Konsolidasi terbuka ini dijadwalkan akan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan partisipasi masyarakat terkait isu keamanan dan HAM di Papua. 


(Yamenadi.com)