-->
  • Jelajahi

    Copyright © YAMENADI.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pengikut

    Iklan

    Forum Solidaritas Peduli Nadi Papua keluarkan 8 pernyataan sikap, kecam intimidasi terhadap Jurnalis Papua

    Redaksi yamenadi.com
    Jumat, 13 Maret 2026, Maret 13, 2026 WIB Last Updated 2026-03-13T23:49:54Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Nabire, YAMANADI.COM - Pada Hari Jumat 13 Maret 2026, di Nabire Papua Tengah, Forum Solidaritas Peduli Media Nadi Papua dan Jurnalis menyampaikan pernyataan sikap terkait dugaan intimidasi terhadap jurnalis media NadiPapua.com, Mis Murib, yang terjadi setelah pemberitaan investigatif mengenai dugaan aktivitas tambang ilegal di wilayah Hulu Siriwo kembali mencuat ke ruang publik.


    Forum Solidaritas Peduli Media Nadi Papua menilai dalam beberapa bulan terakhir jurnalis Nadi Papua menghadapi berbagai bentuk tekanan, mulai dari serangan opini di ruang publik hingga ancaman langsung terhadap keselamatan wartawan. Situasi ini muncul setelah laporan investigatif Nadi Papua mengungkap dugaan aktivitas tambang ilegal yang disebut-sebut menimbulkan dampak lingkungan dan sosial di wilayah tersebut.


    Menurut forum solidaritas, alih-alih memberikan klarifikasi berbasis data dan dokumen perizinan, sejumlah pihak justru memunculkan gelombang kontra-narasi yang mencoba menggiring opini publik. Bahkan, pemberitaan tandingan tersebut dinilai tidak hanya membantah isi laporan, tetapi juga menyerang pribadi jurnalis yang melakukan liputan.


    “Puncaknya adalah teror verbal yang diterima jurnalis kami, Mis Murib, hanya beberapa jam setelah liputannya dipublikasikan dan ramai diperbincangkan publik. Ini menjadi bukti bahwa perlawanan terhadap jurnalisme independen di Papua tidak hanya dilakukan lewat narasi tandingan, tetapi juga ancaman langsung terhadap keselamatan wartawan,” demikian isi pernyataan sikap Forum Solidaritas Peduli Nadi Papua.


    Forum tersebut juga mengungkap bahwa intimidasi terhadap Mis Murib bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, pada Selasa, 11 November 2025 pukul 23.57 WIT, Mis Murib menerima pesan WhatsApp bernada intimidatif dari nomor +62 813-9778-8444 yang pada identitas WhatsApp tertulis “Seven Action.”


    Selain itu, pada 10 Maret 2026, pihak Kepolisian Daerah Papua Tengah juga mengirimkan surat panggilan kepada media Nadi Papua. Berdasarkan isi surat yang diterima redaksi, forum solidaritas menilai langkah tersebut berpotensi mengarah pada upaya kriminalisasi terhadap wartawan dan media.


    Forum menegaskan bahwa tindakan intimidasi terhadap jurnalis di Papua bukanlah kejadian baru. Mereka menyebut praktik tekanan terhadap wartawan di wilayah Papua telah terjadi berulang kali dalam waktu yang cukup lama.


    Dalam pernyataan sikapnya, Forum Solidaritas Peduli Nadi Papua menyampaikan sejumlah tuntutan kepada aparat kepolisian, khususnya kepada Kepolisian Resor Nabire dan Kepolisian Daerah Papua Tengah, yakni:

    1. Mendesak Polres Nabire dan Polda Papua Tengah segera mengungkap dan menangkap pemilik nomor +62 813-9778-8444 yang diduga melakukan teror terhadap jurnalis Nadi Papua, Mis Murib.
    2. Mendesak Kapolda Papua Tengah dan Polres Nabire menghentikan segala bentuk teror dan intimidasi terhadap kebebasan pers.
    3. Mengecam keras segala bentuk intimidasi dan teror yang dialami Mis Murib pada 11 November 2025 dan 17 Februari 2026.
    4. Mendesak Kapolres Nabire, Samuel Tatiratu, untuk menghormati kemerdekaan pers serta menempuh mekanisme hak jawab dan hak koreksi apabila terdapat keberatan terhadap pemberitaan media.
    5. Mendesak Kapolda Papua Tengah menghentikan segala bentuk pembungkaman pers di Papua Tengah maupun di Tanah Papua secara umum.
    6. Meminta agar ruang demokrasi bagi pers dibuka seluas-luasnya.
    7. Menyerukan kepada negara untuk menghentikan pembungkaman terhadap kebebasan pers.
    8. Menyatakan dukungan terhadap hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua sebagai solusi yang dinilai paling demokratis.


    Forum Solidaritas menegaskan bahwa pernyataan sikap ini merupakan bentuk dukungan terhadap media Nadi Papua dan jurnalisnya yang dinilai sedang menghadapi tekanan dalam menjalankan kerja-kerja jurnalistik.


    “Pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai bentuk solidaritas terhadap Nadi Papua dan perjuangan kebebasan pers serta kebebasan jurnalis di Papua,” tegasnya. 


    (Yamenadi.com)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Berita Papua

    +