![]() |
| Pelajar SMA di Yahukimo Dilaporkan Tertembak Saat Operasi Militer, TPNPB Minta Pemerintah Beri Penjelasan Resmi |
Yahukimo, YAMENADI.COM – Seorang pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, dilaporkan mengalami luka tembak dalam sebuah operasi yang diduga melibatkan aparat militer Indonesia di pusat Kota Dekai, Senin (15/6/2026) sekitar pukul 17.30 WIT.
Informasi tersebut disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) yang diterima redaksi Yamenadi pada Senin malam.
Dalam siaran pers itu disebutkan bahwa korban bernama Yustinus Yalak (18), seorang pelajar SMAN 1 Dekai. Menurut laporan yang diklaim diterima TPNPB dari Penerangan Informasi dan Statistik (PIS) TPNPB di Dekai, korban mengalami luka tembak pada bagian paha saat sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya di wilayah Kali Biru, Kota Dekai.
"Aparat militer Indonesia telah melakukan operasi di pusat Kota Dekai pada hari Senin, 15 Juni 2026 sekitar pukul 17.30, dalam operasi tersebut aparat militer Indonesia melakukan penembakan terhadap Yustinus Yalak (18) tahun, seorang pelajar SMA N 1 Dekai, Kabupaten Yahukimo," demikian kutipan dari siaran pers tersebut.
TPNPB menyatakan bahwa setelah mendengar suara tembakan, warga mendatangi lokasi kejadian dan menemukan korban dalam kondisi tidak dapat berjalan akibat luka yang dialaminya. Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Selain itu, PIS TPNPB juga melaporkan adanya operasi militer yang disebut berlangsung sejak Minggu (14/6/2026) malam dari arah Kodim menuju wilayah Kali Biru. Menurut laporan tersebut, operasi dilakukan tanpa menggunakan kendaraan militer.
Dalam pernyataan itu, TPNPB mengklaim bahwa operasi tersebut mengakibatkan tiga warga sipil menjadi korban. Dua orang disebut telah ditangkap, sementara seorang lainnya hingga kini belum diketahui keberadaannya.
"Dua orang telah ditangkap dan satu orang warga sipil lainnya belum diketahui keberadaannya hingga sekarang," tulis TPNPB dalam siaran persnya.
TPNPB juga menyebut bahwa warga menemukan 53 selongsong munisi, dengan dua di antaranya masih dalam kondisi aktif, di wilayah Kali Biru pada Senin (15/6/2026). Namun, temuan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh Yamenadi.
Lebih lanjut, TPNPB menyatakan bahwa dua warga sipil yang disebut ditembak dan kemudian ditangkap merupakan warga lanjut usia yang saat ini belum diketahui keberadaannya.
Menanggapi peristiwa tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mendesak pemerintah Indonesia untuk memberikan penjelasan resmi terkait status operasi keamanan di Tanah Papua.
"Kami dengan tegas meminta kepada pemerintah Indonesia agar segera mengeluarkan pernyataan resmi terkait status operasi militer di Tanah Papua demi keamanan dan perlindungan terhadap warga sipil," demikian pernyataan TPNPB.
TPNPB juga meminta Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto untuk menghentikan tindakan yang mereka sebut sebagai penembakan terhadap warga sipil di Yahukimo.
Dalam siaran pers tersebut, TPNPB menilai bahwa insiden penembakan terhadap Yustinus Yalak merupakan dugaan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia.
Selain itu, TPNPB mengimbau berbagai pihak, termasuk Palang Merah Internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk memberikan perhatian terhadap situasi pengungsi internal di Papua.
Hingga berita ini diterbitkan, Yamenadi masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak TNI, Polres Yahukimo, Pemerintah Kabupaten Yahukimo, serta pihak rumah sakit yang menangani korban guna memastikan kronologi kejadian, kondisi korban, dan status hukum dari operasi yang dimaksud.
Redaksi akan memperbarui informasi ini setelah memperoleh keterangan dari seluruh pihak terkait sesuai prinsip pemberitaan yang akurat, berimbang, dan mengedepankan kepentingan publik.
Yamenadi.com



0 Comments