-->
  • Jelajahi

    Copyright © YAMENADI.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pengikut

    Iklan

    IPMADO Jayapura Keluarkan 10 Pernyataan Sikap atas Rentetan Kekerasan di Dogiyai

    Redaksi yamenadi.com
    Rabu, 08 April 2026, April 08, 2026 WIB Last Updated 2026-04-09T02:06:17Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     

    Mahasiswa Dogiyai kota studi Jayapura menyikapi tragedi Dogiyai Berdarah atas tindakan polisi yang brutal warga sipil menjadi korban, (02/04/2026), (dok/ Istimewa)

    NABIRE, YAMENADI.COM - Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) di Jayapura menyampaikan keprihatinan serta duka mendalam atas rentetan insiden kekerasan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah.


    Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026, dilaporkan bermula dari dugaan pembacokan terhadap seorang anggota Sat Binmas Polres Dogiyai berinisial J.E di sekitar Gereja Ebeneser Moanemani. Berdasarkan informasi yang beredar, korban sempat dievakuasi ke RSUD Dogiyai, namun nyawanya tidak tertolong.


    Pasca kejadian tersebut, situasi keamanan di Dogiyai dilaporkan memanas. Aparat gabungan TNI/Polri melakukan penyisiran di sejumlah titik di wilayah Moanemani dan sekitarnya. Namun, IPMADO menilai tindakan tersebut berdampak pada warga sipil, memicu ketakutan di tengah masyarakat, dan diduga menimbulkan korban jiwa.


    Dalam pernyataan resminya, IPMADO menegaskan bahwa situasi ini tidak boleh terus dibiarkan karena berpotensi memperpanjang rantai kekerasan dan menambah korban di wilayah tersebut.


    Pernyataan Sikap IPMADO


    IPMADO Jayapura menyampaikan sejumlah tuntutan sebagai berikut:


    1. Mendesak Kapolri dan Polda Papua Tengah segera mencopot Kapolres Dogiyai, Mince Mayor, S.H.

    2. Mendesak Komnas HAM RI dan Komnas HAM Papua membentuk tim investigasi terkait dugaan penembakan liar oleh aparat Polres Dogiyai.

    3. Mendesak aparat segera mengungkap pelaku pembacokan dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

    4. Menuntut penghentian penangkapan terhadap warga tanpa bukti yang jelas.

    5. Mendesak Pangdam XVII/Cenderawasih dan Kapolda Papua Tengah mengevaluasi anggota di lapangan yang diduga bertindak berlebihan terhadap warga sipil.

    6. Mendesak Pemerintah Kabupaten Dogiyai memberikan perhatian serius kepada keluarga korban, termasuk bantuan medis, pendampingan psikologis, dan santunan.

    7. Mengutuk keras tindakan penembakan terhadap warga sipil yang dinilai sebagai pelanggaran serius Hak Asasi Manusia (HAM).

    8. Mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat Papua bersatu melawan ketidakadilan dan pelanggaran HAM.

    9. Mendesak Kapolda Papua Tengah menghentikan klaim bahwa Dogiyai dalam kondisi aman serta menghentikan penambahan pasukan militer di wilayah tersebut.

    10. Menyatakan akan menggelar aksi besar-besaran dan membawa isu ini ke tingkat nasional apabila tuntutan tidak diindahkan.


    Pernyataan ini ditutup dengan penegasan bahwa perjuangan IPMADO merupakan bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan dan penegakan keadilan di Tanah Papua, Jayapura, 2 April 2026. 


    (Yamenadi.com)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Berita Papua

    +