-->
  • Jelajahi

    Copyright © YAMENADI.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pengikut

    Iklan

    Senator DPD RI Papua Tengah desak pengusutan tuntas dugaan pelanggaran HAM di Dogiyai

    Redaksi yamenadi.com
    Rabu, 08 April 2026, April 08, 2026 WIB Last Updated 2026-04-09T00:02:09Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Anggota DPD RI, Eka Kristina Murib Yeimo, Senator Papua Tengah, angkat bicara terkait tragedi di Dogiyai, (dok/istimewa)

    Nabire, Yamenadi.com – Senator DPD RI asal Papua Tengah, Eka Kristina Murib Yeimo, mendesak aparat penegak hukum dan seluruh pihak terkait untuk segera mengusut tuntas dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di Kabupaten Dogiyai.


    Desakan tersebut disampaikan menyusul rangkaian konflik yang terjadi sejak 31 Maret hingga 8 April 2026, yang dilaporkan menelan korban jiwa dari kalangan masyarakat sipil.


    Dalam keterangannya, Eka menegaskan bahwa penggunaan senjata oleh aparat negara harus selalu berorientasi pada perlindungan masyarakat, bukan sebaliknya.


    “Senjata adalah alat negara untuk melindungi masyarakat, bukan untuk mencederai warga sipil,” tegasnya.


    Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, termasuk laporan media dan media sosial, konflik disebut bermula dari ditemukannya seorang anggota kepolisian bernama **Juventus Edowai** dalam kondisi meninggal dunia di Kampung Kimupugi. Peristiwa tersebut kemudian memicu ketegangan antara aparat keamanan dan masyarakat.


    Dalam eskalasi konflik tersebut, dilaporkan sedikitnya lima warga sipil meninggal dunia akibat penembakan. Namun, hingga kini belum ada kejelasan mengenai kronologi lengkap maupun pihak yang bertanggung jawab atas rangkaian kejadian tersebut.


    Eka juga menyoroti pentingnya keterlibatan semua elemen masyarakat dalam mengungkap kebenaran, termasuk tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, aktivis HAM, serta pemerintah daerah dan pusat.


    Ia menilai, transparansi dan penegakan hukum yang adil menjadi kunci untuk mencegah berulangnya peristiwa serupa di masa mendatang.


    “Semua pihak harus bekerja sama untuk mengungkap kebenaran di balik konflik ini, agar keadilan dapat ditegakkan dan tidak ada lagi korban jiwa,” ujarnya.


    Lebih lanjut, ia menyinggung adanya kekhawatiran publik terkait dugaan pembiaran terhadap sejumlah kasus pelanggaran HAM di Papua yang dinilai belum terselesaikan secara tuntas. (*) 


    (Yamenadi.com)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Berita Papua

    +