Intan Jaya, Yamenadi.com – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim telah terjadi kontak tembak antara pasukannya dengan aparat militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 05.00 waktu Papua.
Informasi yang disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB yang diterima yamenadi.com. Juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebutkan bahwa peristiwa baku tembak terjadi di tiga titik berbeda di Distrik Sugapa, tepatnya di kawasan kaki Gunung Wabu.
Menurut laporan yang disampaikan Panglima TPNPB Kodap VIII Intan Jaya, Apeni Kobogau, bersama Komandan Operasi Abertinus Kobogau, kontak senjata melibatkan pasukan TPNPB dari Pos Tanah Merah yang dipimpin Marten Tigau.
Dalam laporan tersebut, TPNPB mengklaim satu aparat militer Indonesia mengalami luka tembak dan diduga meninggal dunia. Sementara dari pihak TPNPB disebutkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
TPNPB juga mengatakan bahwa setelah kejadian itu, aparat militer meningkatkan operasi di sekitar wilayah konflik yang berdampak pada masyarakat sipil. Menurutnya bahwa tembakan terdengar hingga ke area pemukiman warga di kawasan Blok B Wabu yang merupakan incaran investor yakni area emas di Intan Jaya.
Selain itu, TPNPB melaporkan bahwa pada Minggu (8/3/2026) juga terdengar rentetan tembakan di Kampung Yoparu, Distrik Sugapa. Situasi tersebut diklaim menyebabkan warga sipil mengungsi ke hutan maupun ke pusat Kota Sugapa. Sebelumnya, pada 5 Maret 2026, operasi militer juga dilaporkan terjadi di Kampung Bullagi, meski belum diketahui adanya korban dari masyarakat sipil.
Melalui siaran pers tersebut, TPNPB juga menyampaikan seruan kepada komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperhatikan situasi konflik bersenjata yang terjadi di Papua serta menghentikan investasi internasional yang berkaitan dengan eksploitasi sumber daya alam di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Tentara Nasional Indonesia maupun pemerintah Indonesia terkait klaim yang disampaikan oleh TPNPB mengenai insiden kontak tembak tersebut.
[YAMANADI.COM]


