Nabire, yamenadi.com – Tokoh masyarakat Papua sekaligus anggota DPD RI terpilih, Paul Finsen Mayor, kembali melontarkan kritik pedas terkait kinerja birokrasi dan lembaga di Tanah Papua. Dalam sebuah video singkat yang beredar luas di media sosial, pria yang akrab disapa PFM ini menyoroti kontradiksi antara kemegahan fasilitas fisik dengan kualitas pelayanan publik.
Kualitas SDM Dipertanyakan
Dalam pernyataannya, senator Papua Barat Daya ini menekankan bahwa kemegahan gedung kantor tidak ada artinya jika tidak dibarengi dengan kapasitas intelektual dan etos kerja yang mumpuni dari para pejabatnya.
"Lebih baik gedung kecil tapi otak besar, daripada gedung kantor besar otak kecil, pemalas urus masyarakat," tegasnya dalam video tersebut.
Sorotan Terhadap MRP dan Fenomena 'Orang Kaya Baru'
Tak hanya bicara soal fasilitas, Paul juga memberikan catatan kritis terhadap Majelis Rakyat Papua (MRP). Ia menilai ada kecenderungan oknum di lembaga tersebut yang justru terjebak dalam gaya hidup mewah ketimbang fokus pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi) melayani masyarakat adat.
Ketua Dewan Adat Papua Barat Daya, ini menyebut adanya fenomena "Raja-raja kecil" dan "Orang Kaya Baru (OKB)" di Tanah Papua yang lebih mengedepankan penampilan dan gaya hidup daripada substansi kerja.
"Yang ada itu MRP muncul sebagai raja-raja kecil, orang kaya baru yang jalan gaya-gaya saja," lanjutnya.
Menutup pernyataannya, Paul Finsen Mayor memberikan pesan singkat namun menohok bagi pihak-pihak yang mungkin merasa tidak nyaman dengan kritikannya tersebut.
"Yang tersinggung ya terlibat, toh?" pungkasnya sambil tersenyum menyindir.
[Yamenadi.com : Derek Kobepa]


