-->
  • Jelajahi

    Copyright © YAMENADI.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pengikut

    Iklan

    Kontak Senjata di Blok Wabu, TPNPB Tuduh Aparat Lakukan Operasi Militer ke Permukiman Warga

    Redaksi yamenadi.com
    Rabu, 04 Maret 2026, Maret 04, 2026 WIB Last Updated 2026-03-04T23:46:12Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    INTAN JAYA, YAMENADI COM – Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah terjadi kontak senjata antara pasukan mereka dan aparat militer Indonesia di wilayah pertambangan emas Blok Wabu, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.


    Dalam siaran pers tertanggal Selasa, 3 Maret 2026, yang disampaikan juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, disebutkan bahwa kontak senjata terjadi pada Minggu, 1 Maret 2026 sekitar pukul 06.00 WIT.


    Manajemen Markas Pusat TPNPB-OPM mengaku menerima laporan dari Panglima TPNPB Kodap VIII Intan Jaya, Kolonel Apeni Kobogau, bahwa baku tembak terjadi saat aparat militer Indonesia disebut sedang melakukan aktivitas pertambangan emas ilegal di wilayah Blok Wabu.


    “Pasukan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya bersama aparat militer kolonialisme Indonesia melakukan kontak senjata di Distrik Sugapa pada hari Minggu, 1 Maret 2026 sekitar jam 06.00 pagi saat aparat militer Indonesia sedang melakukan pertambangan emas ilegal di wilayah Blok Wabu,” demikian pernyataan dalam siaran pers diterima media ini. 


    TPNPB mengklaim belum mengetahui adanya korban jiwa dari pihak aparat militer Indonesia. Sementara itu, mereka menyatakan seluruh pasukan telah kembali ke markas dan berada dalam status “siaga satu”.


    Selain itu, TPNPB juga menuding bahwa pasca kontak senjata, aparat militer Indonesia melakukan operasi ke kampung-kampung di Sugapa dan menyebabkan warga sipil mengungsi.


    “Setelah kontak senjata, aparat militer Indonesia yang sedang menjalankan misi pendulangan emas ilegal di wilayah Blok Wabu langsung melakukan operasi militer ke kampung-kampung di Sugapa dan menghancurkan rumah-rumah warga sipil sehingga warga ketakutan dan mengungsi ke hutan-hutan,” lanjut pernyataan tersebut.


    Dalam keterangan yang sama, TPNPB juga mengklaim terjadi penggunaan bom oleh aparat militer Indonesia saat kontak senjata berlangsung di Intan Jaya. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun aparat keamanan terkait tuduhan tersebut.


    Manajemen Markas Pusat TPNPB-OPM dalam pernyataannya mengimbau agar aparat militer Indonesia menghentikan penggunaan senjata berat dalam operasi di Papua.


    “Penggunaan senjata berat dalam operasi militer hanya mengorbankan warga sipil yang tak bersalah hingga mengakibatkan kerusakan lingkungan dan pengungsian,” tegasnya.


    Dalam siaran pers itu pula, TPNPB menyampaikan pernyataan politik yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan menyebut bahwa konflik bersenjata akan terus terjadi selama Papua dinilai masih berada dalam situasi kolonialisme.


    Berita ini diterbitkan, namun belum ada tanggapan resmi dari Kepolisian Republik Indonesia.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Berita Papua

    +