-->
  • Jelajahi

    Copyright © YAMENADI.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pengikut

    Iklan

    Kejahatan Negara: Antara Imperialisme, Kekuasaan, dan Darah yang Tertumpah Kematian Tragis bagi Pemimpin Bangsa

    Redaksi yamenadi.com
    Senin, 02 Maret 2026, Maret 02, 2026 WIB Last Updated 2026-03-02T16:25:02Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Tokoh pemimpin bangsa Ali Khamenei sering muncul dalam perdebatan geopolitik Timur Tengah, Kiri. Perlawanan penjajah Indonesia tokoh politik bangsa Papua Theys Eluay, pemimpin Presidium Dewan Papua, meninggal dunia pada 2001

    Oleh : Derek Kobepa 

    Sejarah dunia dipenuhi dengan cerita tentang kekuasaan dan perlawanan. Tentang negara-negara besar yang bergerak atas nama stabilitas, keamanan, atau pembangunan, namun di balik itu terselip kepentingan ekonomi, politik, dan dominasi sumber daya alam. Dalam pusaran itulah, banyak tokoh dunia gugur sebagian dalam konflik terbuka, sebagian dalam misteri yang tak pernah benar-benar terjawab.


    Imperialisme dan kolonialisme bukan sekadar istilah dalam buku sejarah. Ia menjelma dalam wajah modern perebutan tambang, penguasaan energi, ekspansi militer, dan permainan geopolitik. Negara adidaya seperti Amerika Serikat kerap dituding sebagai aktor utama dalam politik global yang agresif. Intervensi di berbagai kawasan dunia sering memicu perdebatan: apakah itu misi perdamaian, atau strategi penguasaan?


    Di sisi lain, di timur Indonesia, konflik panjang di Tanah Papua juga menyisakan luka sejarah yang belum sepenuhnya sembuh. Sejak integrasi wilayah tersebut ke dalam Indonesia pada 1960-an, dinamika politik, ekonomi, dan keamanan terus berlangsung. Sebagian masyarakat Papua memandang negara hadir sebagai pelindung pembangunan, sementara sebagian lain merasakan pendekatan keamanan yang dianggap represif.


    Nama-nama tokoh menjadi simbol dalam narasi perlawanan. Theys Eluay, pemimpin Presidium Dewan Papua, meninggal dunia pada 2001 dalam peristiwa yang kemudian diproses hukum dan melibatkan anggota militer. Bagi banyak orang Papua, kematiannya menjadi lambang ketidakadilan dan represi terhadap aspirasi politik.


    Sementara itu, dalam konteks global, nama Ali Khamenei sering muncul dalam perdebatan geopolitik Timur Tengah. Namun hingga kini, ia masih menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Penyebutan namanya dalam wacana pembunuhan pemimpin dunia menunjukkan bagaimana persepsi tentang ancaman dan konflik global sering bercampur antara fakta, kekhawatiran, dan narasi politik.


    Pertanyaannya: apakah semua bentuk kekerasan negara dapat disamakan? Apakah intervensi global setara dengan konflik domestik? Apakah setiap kematian tokoh politik adalah hasil konspirasi imperialis?


    Opini yang menyamakan kejahatan negara satu dengan lainnya lahir dari kekecewaan panjang terhadap kekuasaan. Ketika rakyat merasa tidak didengar, narasi tentang kolonialisme dan imperialisme menjadi bahasa perlawanan. Namun, penting juga membedakan antara fakta sejarah, proses hukum, dinamika politik, dan opini emosional.


    Yang tidak bisa dibantah adalah ini: ketika kekuasaan lebih dominan daripada keadilan, maka rakyat kecil selalu menjadi korban pertama. Baik dalam perang berskala global maupun konflik lokal, darah yang tertumpah tetaplah darah manusia.


    Mungkin yang perlu terus diperjuangkan bukan sekadar menyamakan siapa lebih jahat, tetapi bagaimana memastikan hukum ditegakkan, hak asasi dihormati, dan dialog dibuka. Karena tanpa itu, sejarah akan terus mengulang luka yang sama di belahan dunia manapun. 


    Penulis adalah Jurnalis Papua yang bekerja di media Yamanadi.com - Jelatanewspapua.com/ Selasa, 03/03/2026. 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Berita Papua

    +