-->
  • Jelajahi

    Copyright © YAMENADI.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pengikut

    Iklan

    Pesan Moral untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan

    Redaksi Yamenadi
    Senin, 03 November 2025, November 03, 2025 WIB Last Updated 2025-11-03T09:46:43Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Dok Istimewa 

    Pesan Moral untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan

    Dalam beberapa waktu terakhir, publik di Provinsi Papua Pegunungan dikejutkan oleh kabar perselisihan antara Gubernur Jhon Tabo dan Wakil Gubernur Ones Pahabol. Peristiwa ini menjadi sorotan, bukan hanya karena keduanya adalah pemimpin daerah hasil Pilkada Papua Pegunungan Tahun 2024, tetapi juga karena harapan besar rakyat yang dititipkan di pundak mereka untuk membawa perubahan dan kemajuan di tanah pegunungan tengah Papua.

    Kasus ini bermula dari perselisihan internal pemerintahan yang diduga terkait perbedaan pandangan dalam menjalankan roda pemerintahan dan kebijakan pembangunan daerah. Konflik tersebut kemudian mencuat ke publik dan menjadi perbincangan hangat, karena dinilai berpotensi mengganggu stabilitas dan arah pembangunan di provinsi baru ini.

    Sebagai anak Papua, saya merasa prihatin dan terpanggil untuk menyampaikan pesan moral bagi kedua pemimpin ini. Kalian bukan sekadar pejabat yang duduk di kursi kekuasaan, tetapi simbol persatuan, harapan, dan kemajuan bagi seluruh rakyat Papua Pegunungan. Ketika kalian berselisih, rakyat pun ikut terpecah. Ketika kalian saling menjatuhkan, semangat pembangunan ikut goyah.

    Ingat! Kekuasaan itu sementara, tetapi tanggung jawab moral terhadap rakyat akan diingat selamanya. Seorang pemimpin sejati bukan diukur dari berapa besar wibawanya, tetapi dari seberapa besar kesabarannya menghadapi perbedaan. Gubernur dan Wakil Gubernur harus menjadi teladan, bukan tontonan pertikaian.

    Saya ingin mengingatkan rakyat di pegunungan ini sedang menunggu kerja nyata, bukan berita konflik. Anak-anak di sekolah menunggu bantuan pendidikan, para petani menunggu akses ekonomi, dan masyarakat di kampung-kampung menunggu pembangunan yang menjangkau mereka.

    Karena itu, Penulis melalui tulisan ini layangkan untuk berusaha mengajak Gubernur Jhon Tabo dan Wakil Gubernur Ones Pahabol untuk duduk bersama, menurunkan ego, dan kembali ke panggilan hati melayani rakyat. Jika persatuan dijaga, maka Papua Pegunungan akan bangkit dengan martabat. Tetapi jika perpecahan dibiarkan, maka pembangunan hanya akan tinggal janji.

    Pemimpin yang besar bukan yang selalu benar, tetapi yang mau berdamai dan memperbaiki. Semoga kedua pemimpin ini membuka hati, sebab rakyat Papua Pegunungan butuh kedamaian, bukan perkelahian. (Derek Kobepa/Journ)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Berita Papua

    +