-->
  • Jelajahi

    Copyright © YAMENADI.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pengikut

    Iklan

    MRP se-Ppaua Dukung Frans Pigome, Tapi Diam Saat Rakyat Menangis, Saatnya Evaluasi dan Bubarkan MRP!

    Redaksi Yamenadi
    Senin, 03 November 2025, November 03, 2025 WIB Last Updated 2025-11-03T14:17:25Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    MRP se-Papua 

    Majelis Rakyat Papua (MRP) se-Papua yang ada di 6 provinsi di tanah Papua, yang seharusnya menjadi lembaga kultural dan penjaga moral orang asli Papua kini semakin kehilangan arah. Belum lama ini, sejumlah anggota MRP se-Papua menyatakan sikap mendukung Frans Pigome untuk menjadi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia. Dukungan ini ramai diberitakan dan menjadi sorotan publik. Namun di sisi lain, ketika rakyat di Intan Jaya dan wilayah konflik lainnya sedang menangis akibat kekerasan dan penderitaan kemanusiaan, MRP justru diam.

    Saya baru saja nonton video youtube dari kanal PapualivesTV bahwa MRP se-Papua nyatakan sikap dukungan kepada salah satu kandidat Calon Presiden PT Freeport Indonesia Frans Pigome (yang baru saja di tayangkan di Kanal PapualivesTV berjudul Frans Pigome Sebagi Presiden Direktur PT,FI), tetapi kelompok ini lupa akan nilai Kemanusiaan Pertanyaannya sederhana tapi tajam di mana MRP ketika rakyatnya dibantai, rumah mereka dibakar, dan anak-anak mereka mengungsi di hutan tanpa makan dan pendidikan?

    Ironis, lembaga yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Otonomi Khusus Papua dengan mandat memperjuangkan hak-hak dasar orang asli Papua, kini lebih sibuk dengan urusan politik elit dan kekuasaan ekonomi, bukan penderitaan rakyat di bawah.

    Lebih menyedihkan lagi, MRP bahkan pernah melarang aksi demonstrasi mahasiswa yang menuntut keadilan dan menyuarakan penderitaan rakyat. Padahal mahasiswa adalah bagian dari generasi penerus Papua, yang dengan keberanian mencoba menyampaikan suara hati rakyat yang tertindas. Mengapa MRP justru membungkam mereka? Apakah MRP kini menjadi alat kekuasaan, bukan lagi lembaga adat yang membela kepentingan rakyat Papua?

    Jika MRP hanya aktif ketika ada urusan jabatan, proyek, atau posisi strategis di perusahaan besar, tetapi bisu saat rakyat ditembak dan dibunuh, maka keberadaannya tidak lagi relevan. Rakyat Papua tidak butuh lembaga simbolik yang hanya bersuara saat kepentingan elit sedang dipertaruhkan. Rakyat butuh lembaga yang hidup, yang menangis bersama rakyatnya, berdiri di depan ketika keadilan diinjak, dan tidak tunduk pada kepentingan politik Jakarta maupun korporasi asing.

    Oleh karena itu, saatnya rakyat Papua berani berkata tegas: BUBARKAN MRP!

    Daripada menjadi lembaga yang hanya mempermalukan nama “rakyat Papua”, lebih baik MRP dibubarkan dan digantikan dengan wadah baru yang benar-benar lahir dari rakyat, bekerja untuk rakyat, dan berdiri bersama rakyat. MRP bukan lagi simbol perjuangan melainkan cermin kegagalan moral elit Papua yang kehilangan arah perjuangan.

    Rakyat Papua membutuhkan keberanian, bukan kepura-puraan. Butuh kejujuran, bukan kemewahan jabatan. Dan jika MRP tidak lagi menjadi suara rakyat, maka rakyatlah yang berhak mengambil kembali suara itu.

    Bubarkan MRP! Demi martabat dan masa depan rakyat Papua.

    By. Derek Kobepa 📢➡️ Selamatkan yang Sisa dari yang Tersisa Orang Asli Papua dan Sumber Daya Alam Papua. (*) 


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Berita Papua

    +