Intan Jaya, Yamenadi.com – Departemen Keadilan dan Perdamaian Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menyampaikan seruan kemanusiaan untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat sipil, khususnya anak-anak dan perempuan di Tanah Papua.
Seruan tersebut disampaikan menyusul peristiwa yang dilaporkan terjadi di Kampung Danggoa (Langoa), Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Kamis (18/6/2026). Berdasarkan informasi yang diterima masyarakat, insiden tersebut mengakibatkan dua orang ibu mengalami luka serius saat sedang dalam perjalanan pulang dari kebun dan hendak mencuci hasil kebun di Kali Danggoa.
Kedua korban yang dilaporkan mengalami luka serius adalah Otovina Hogajau yang mengalami luka pada paha kanan dan Agolu Pogau yang mengalami luka pada dada bagian kiri. Keduanya telah dievakuasi ke RSUD Sugapa untuk mendapatkan perawatan medis.
Kepala Departemen Keadilan dan Perdamaian Sinode Gereja KINGMI di Tanah Papua, Pdt. Deserius Adii, M.Th, menyatakan bahwa perempuan, anak-anak, orang tua, tenaga kesehatan, pelayan gereja, dan seluruh masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam konflik apa pun.
"Kehidupan manusia adalah anugerah Tuhan yang wajib dihormati, dilindungi, dan dijaga. Papua tidak membutuhkan lebih banyak darah dan air mata, tetapi membutuhkan perdamaian, keadilan, pendidikan, kesehatan, dan masa depan yang layak bagi generasi penerus," tegasnya.
Melalui pernyataan resmi tersebut, Departemen Keadilan dan Perdamaian KINGMI menyerukan penghentian pembunuhan dan kekerasan terhadap anak dan ibu di Papua, mendesak investigasi yang independen dan transparan, serta meminta perlindungan dan pelayanan kemanusiaan bagi seluruh korban konflik.
Selain itu, pihak gereja juga mengajak seluruh jemaat, hamba Tuhan, masyarakat, lembaga kemanusiaan, media massa, organisasi gereja, serta komunitas internasional untuk memberikan perhatian serius terhadap situasi kemanusiaan yang terjadi di Intan Jaya dan wilayah konflik lainnya di Tanah Papua.
Departemen Keadilan dan Perdamaian KINGMI menegaskan bahwa jalan dialog, rekonsiliasi, keadilan, dan perdamaian merupakan solusi yang harus dikedepankan demi menghentikan penderitaan masyarakat sipil di Papua.
"Hentikan pembunuhan terhadap anak dan ibu. Hentikan kekerasan terhadap masyarakat sipil. Lindungi hak hidup orang Papua. Papua Tanah Damai adalah kehendak Tuhan," demikian seruan yang disampaikan dalam pernyataan tersebut.
Pdt. Deserius Adii, M.Th, Kepala Departemen Keadilan dan Perdamaian Sinode Gereja KINGMI di Tanah Papua, saat menyampaikan seruan kemanusiaan terkait perlindungan masyarakat sipil serta penghentian kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Yamenadi.com



0 Comments