-->
  • Jelajahi

    Copyright © YAMENADI.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pengikut

    Iklan

    TPNPB sebut Operasi Militer di Tambrauw Tangkap Belasan Warga Sipil, Serukan Pembebasan dan Hentikan Operasi

    Redaksi yamenadi.com
    Rabu, 18 Maret 2026, Maret 18, 2026 WIB Last Updated 2026-03-19T01:25:17Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Tambrauw, Yamenadi.com – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim aparat militer Indonesia melakukan operasi di wilayah Kabupaten Tambrauw yang berujung pada penangkapan lebih dari 10 warga sipil. Hal ini disampaikan dalam Siaran Pers II Manajemen Markas Pusat Komando Nasional (KOMNAS) TPNPB yang dirilis pada Kamis, 19 Maret 2026.


    Menurut laporan yang diterima dari jaringan internal mereka di Tambrauw, operasi militer disebut berlangsung sejak 17 hingga 18 Maret 2026 di Distrik Fef, termasuk pemalangan jalan yang menghubungkan Kabupaten Tambrauw dan Sorong.


    Dalam pernyataan itu, TPNPB menuduh aparat melakukan penangkapan terhadap warga sipil, disertai tindakan kekerasan sebelum para warga tersebut dibawa ke markas militer setempat. Selain itu, disebutkan pula adanya penembakan di sejumlah kampung yang menyebabkan warga, termasuk perempuan dan anak-anak, melarikan diri ke hutan untuk menyelamatkan diri.


    Juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyatakan bahwa penangkapan tersebut berkaitan dengan insiden sebelumnya, yakni pembunuhan dua orang yang oleh TPNPB disebut sebagai agen intelijen militer yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan.


    TPNPB mengklaim tindakan terhadap dua orang tersebut dilakukan setelah menemukan barang bukti berupa amunisi dan alat komunikasi (HT) di wilayah konflik. Mereka juga menegaskan bahwa warga sipil yang ditangkap tidak terlibat dalam insiden tersebut.


    Dalam siaran persnya, TPNPB mendesak pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk segera membebaskan warga sipil yang ditahan dan menghentikan operasi militer di kampung-kampung.


    TPNPB juga menyatakan bahwa pasukan mereka berada di markas dan menantang aparat keamanan untuk melakukan pengejaran langsung ke lokasi tersebut, bukan melakukan operasi di tengah masyarakat sipil.


    Selain itu, mereka menyoroti kondisi warga yang mengungsi ke hutan akibat situasi keamanan yang memburuk, dan meminta adanya jaminan perlindungan bagi masyarakat sipil di wilayah konflik. (*)


    (Yamenadi.com)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Berita Papua

    +