Tambrauw, Yamanadi.com - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) menyatakan telah mengeksekusi dua orang yang mereka sebut sebagai agen intelijen militer Indonesia di wilayah Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, pada Senin (16/3/2026).
Hal ini disampaikan melalui siaran pers yang dikeluarkan oleh Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB yang ditandatangani oleh juru bicara Sebby Sambom. TPNPB menyebutkan bahwa operasi dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XXXIII Ru Mana Tambrauw di bawah komando Mayor Marthen Faan. Penyerangan diklaim terjadi sekitar pukul 11.12 WIT di wilayah Kampung Banfot, Distrik Feef, dan Kampung Jukbi, Distrik Bamus Bama, Kabupaten Tambrauw.
Dalam hal ini, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga mengeluarkan pernyataan sikap bahwa;
1. Agen intelijen militer Indonesia yang menyamar sebagai tenaga medis, guru, tukang ojek, mobil jualan, pengusaha kayu dan lain - lain itu wajib ditembak mati jika memasuki wilayah konflik bersenjata.
2. Warga imigran Indonesia tidak ada jaminan keamanan diatas Tanah Papua oleh sebab itu, segera keluar dari wilayah-wilayah zona merah dan konflik bersenjata.
3. Seluruh pekerja tambang emas ilegal yang mencuri, merampas dan merampok sumber daya alam Papua wajib dieksekusi mati dan seluruh perusahan segera dibakar dan ditutup.
4. Disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto agar hentikan penggunaan fasilitas Sekolah, Gereja, Kantor-kantor, Rumah warga dan fasilitas sipil sebagai pos-pos militer.
5. Kami juga menegaskan kepada seluruh rakyat Papua yang berprofesi sebagai ASN, TNI-POLRI dan sebagainya agar jangan menjadi budak jakarta lalu ikut terlibat dalam operasi dan pembunuhan terhadap warga sipil diatas Tanah Papua.
6. Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga memberitahukan kepada seluruh anggota DPR, MRP, DPRK, dan pejabat-pejabat Papua bahwa negara indonesia tidak lagi membutuhkan sumber daya manusia Papua melainkan sumber daya alam Papua demi kepentingan negara dan pejabat di Jakarta yang mengakibatkan terjadinya pembunuhan, penangkapan dan penembakan terhadap orang asli Papua demi meloloskan proyek negara diatas Tanah Papua dan hal ini menjadi catatan penting bagi anda.
7. Kami juga memberikan warning kepada pejabat-pejabat Papua yang ikut terlibat meloloskan proyek strategis negara diatas Tanah Papua yang mengakibatkan terjadinya kesengsaraan bagi masyarakat adat diatas tanah adatnya.
8. TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua dengan tegas dan siap melawan militer kolonialisme Indonesia demi menjaga rakyat dan alam Papua dari ancaman Genosida, Etnosida dan Ekosida yang sedang terjadi di tanah air.
(Yamenadi.com)


