![]() |
| Tangkapan layar Anggota TPNPB OPM bersiaga tempur di puncak gunung Nemankawi kawasan PT Freeport Indonesia Tembagapura Papua Tengah, Minggu (22/03), (dok Istimewa) |
Timika, Yamenadi.com - Manajamen Markas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organsiasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung jawab atas insiden penembakan yang menewaskan seorang karyawan perusahaan tambang Freeport-McMoRan di wilayah Tembagapura, Papua Tengah.
Hal ini disampaikan dalam Siaran Pers ke-III yang dikeluarkan oleh Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB pada Minggu (22/3/2026). Dalam pernyataan itu, juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut bahwa laporan diterima dari Mayor Jeki Murib yang memimpin pasukan di wilayah Tembagapura.
Menurut keterangannya, insiden penembakan terjadi pada 11 Maret 2026 di area yang disebut sebagai lokasi pertambangan ilegal. TPNPB mengklaim aksi tersebut dilakukan atas perintah pimpinan mereka, yang mengakibatkan satu orang karyawan bernama Simson Mulia meninggal dunia serta beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Dalam siaran pers itu, TPNPB menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari perjuangan politik mereka, bukan untuk kepentingan ekonomi. Mereka juga menuding aktivitas perusahaan tambang dan kehadiran aparat keamanan sebagai penyebab kerugian bagi masyarakat adat serta kerusakan lingkungan di Papua, khususnya Papua Tengah.
Selain itu, Sebby dalam pernyataannya juga berisi imbauan keras kepada pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam aktivitas ekonomi di wilayah konflik, termasuk pekerja dan pendatang, untuk meninggalkan daerah tersebut. TPNPB juga memperingatkan akan adanya tindakan lanjutan terhadap pihak yang dianggap mengabaikan peringatan itu.
(Yamenadi.com)


