-->
  • Jelajahi

    Copyright © YAMENADI.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pengikut

    Iklan

    Aliansi Mahasiswa Papua dan FRI-WP Malang gelar pembacaan situasi jelang 59 tahun kontrak karya Freeport Indonesia

    Redaksi yamenadi.com
    Jumat, 27 Maret 2026, Maret 27, 2026 WIB Last Updated 2026-03-27T23:54:43Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    MALANG, YAMENADI.COM – Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) bersama Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Kota Malang menggelar kegiatan pembacaan situasi politik, ekonomi, dan sosial menjelang 59 tahun kontrak karya PT Freeport Indonesia.


    Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 28 Maret 2026, pukul 15.00 WIB, bertempat di Kontrakan Hipmayal Malang. Agenda tersebut terbuka bagi individu, organisasi, serta paguyuban masyarakat Papua di Malang untuk turut hadir dan menyampaikan kondisi terkini dari daerah masing-masing.


    Dalam pernyataan yang disampaikan panitia, kegiatan ini menjadi momentum refleksi atas sejarah panjang kontrak karya yang dimulai sejak 7 April 1967. Mereka menilai, penandatanganan kontrak tersebut dilakukan tanpa melibatkan masyarakat adat Papua sebagai pemilik hak ulayat atas tanah dan sumber daya alam.


    Menurut AMP dan FRI-WP, kehadiran PT Freeport Indonesia selama puluhan tahun dinilai sebagai simbol eksploitasi sumber daya alam yang berdampak pada berbagai persoalan di Papua. Mereka menyoroti tingginya angka kemiskinan, rendahnya indeks pembangunan manusia, serta meningkatnya deforestasi dan konflik agraria.


    Selain itu, mereka juga menyinggung situasi keamanan di Papua yang disebut berdampak pada meningkatnya jumlah pengungsi akibat operasi militer yang berkaitan dengan kepentingan investasi.


    “Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun berbagai pandangan dan realitas yang terjadi di Papua, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional, sebagai bagian dari konsolidasi gerakan,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam undangan kegiatan.


    Melalui forum pembacaan situasi ini, AMP dan FRI-WP berharap dapat memperkuat solidaritas serta membangun kesadaran kolektif terkait kondisi yang dihadapi masyarakat Papua saat ini.


    (Yamenadi.com)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Berita Papua

    +