![]() |
| Komunitas Literasi Mee-Uwo (KLMU) |
Jakarta, YAMENENADI.COM – Komunitas Literasi Mee‑Uwo (KLMU) Jakarta kembali menggelar kegiatan Lapak Baca Buku ketiga yang berlangsung di Taman Menteng, Sabtu (22/11/2025). Kegiatan ini menjadi ruang temu bagi pelajar dan mahasiswa asal Papua di perantauan untuk memperkuat budaya literasi sekaligus membangun solidaritas kebersamaan.
Kegiatan yang dipimpin oleh Oktowimelek Gobai tersebut diikuti oleh 14 peserta dari berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya. Acara dimulai pukul 17.00 WIB hingga selesai dengan agenda membaca bersama, diskusi buku, serta dialog terbuka terkait isu sosial yang berkembang.
Dalam sambutannya, Oktowimelek Gobai menyampaikan bahwa kegiatan literasi bukan sekadar membaca buku, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran kritis generasi muda Papua di tanah rantau.
“Literasi adalah alat pembebasan. Dengan membaca dan berdiskusi, kita belajar memahami realitas, memperkuat identitas, dan menyiapkan diri menjadi generasi yang berpikir kritis,” ujarnya.
Selain membahas buku yang dibaca bersama, peserta juga mendiskusikan perkembangan situasi sosial di Papua, khususnya di wilayah Paniai. Diskusi berjalan dinamis dengan berbagai pandangan dan analisis dari para mahasiswa.
Beberapa peserta menyoroti pentingnya pendekatan dialog dan kemanusiaan dalam menyikapi berbagai persoalan di Papua. Menurut mereka, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk memahami isu secara objektif melalui bacaan, data, dan diskusi terbuka.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini membantu mahasiswa untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
“Kita harus membaca banyak sumber agar tidak terjebak pada satu perspektif saja. Diskusi seperti ini membuka wawasan dan memperluas cara berpikir,” katanya.
Membangun Budaya Literasi di Perantauan
KLMU Jakarta secara konsisten mengadakan lapak baca sebagai agenda rutin komunitas. Selain mempererat hubungan antaranggota, kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kapasitas intelektual mahasiswa Papua di kota studi.
Panitia berharap kegiatan literasi ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak peserta. Mereka juga mengajak mahasiswa Papua lainnya di Jakarta untuk bergabung dan berpartisipasi aktif dalam gerakan literasi tersebut.
Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, Lapak Baca Ketiga KLMU Jakarta menjadi bukti bahwa literasi tetap hidup dan berkembang di tengah tantangan zaman.
(YAMENADI.COM)


