Nabire, YAMENADI.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Kristen (BEM STAK) Nabire menggelar Seminar Nasional dan Pelatihan sehari dengan menghadirkan tiga materi utama. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Tomas Degei, Jalan Kali Merah, Wadio, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat (27/2/2026).
Seminar dan pelatihan ini dihadiri oleh Wakil Ketua III STAK Nabire Bidang Kemahasiswaan, Lukas Muyapa, M.Th., jajaran pengurus BEM, serta puluhan mahasiswa yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Wakil Ketua III STAK Nabire Bidang Kemahasiswaan, Lukas Muyapa, M.Th., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan yang dinilai bermanfaat bagi pengembangan kapasitas diri.
“Atas nama Ketua STAK Nabire, saya secara resmi membuka kegiatan ini. Semoga seminar dan pelatihan ini membawa pengetahuan yang baik serta menambah wawasan bagi seluruh mahasiswa,” ujarnya saat membuka acara.
Ia juga mendorong mahasiswa yang memiliki minat di bidang jurnalistik agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan serius. Menurutnya, kemampuan akan terbentuk melalui latihan yang konsisten.
“Bagi mahasiswa yang ingin menjadi jurnalis, ini adalah kesempatan emas. Fokuslah pada materi dan teruslah berlatih, karena segala sesuatu bisa dilakukan jika terbiasa. Sebaliknya, tidak bisa karena tidak biasa,” pesannya.
Sementara itu, Ketua BEM STAK Nabire, Melkias Nakapa, menegaskan bahwa seminar dan pelatihan tersebut sangat penting untuk menunjang pengetahuan mahasiswa di luar ruang perkuliahan.
“Ilmu yang didapat di kampus mungkin sekitar 25 persen, sedangkan 75 persen lainnya bisa diperoleh dari luar kampus melalui organisasi, pelatihan, seminar, dan berbagai kegiatan pengembangan diri lainnya. Karena itu, mahasiswa harus mengikuti kegiatan seperti ini dengan baik,” kata Melkias dalam sambutannya.
Melalui kegiatan ini, BEM STAK Nabire berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi, khususnya dalam bidang jurnalistik dan pengembangan kapasitas intelektual di era informasi saat ini.
Adapun tema materi yang dipaparkan dalam seminar tersebut antara lain “Pelatihan Jurnalistik bagi Mahasiswa STAK”, yang dibawakan oleh Derek Kobepa, S.H. Materi ini menekankan pentingnya kemampuan menulis dan memahami kaidah jurnalistik sebagai sarana menyuarakan kebenaran, membangun literasi, serta menjadi kontrol sosial di tengah masyarakat.
Materi kedua bertajuk “Peran Kunci Pemuda dalam Kemajuan Papua” yang disampaikan oleh Daud Mote, S.Th. S.Pd Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk menjadi motor perubahan, menjaga nilai-nilai kebangsaan, serta mendorong pembangunan yang berkeadilan di Tanah Papua.
Sementara itu, materi ketiga bertema “Ideologi, Luka Sejarah, dan Masa Orang Papua yang Tak Bisa Hilang dan Dikalahkan” yang dibawakan oleh Mikael A. Doga, S.Th, mengajak mahasiswa untuk memahami sejarah, identitas, dan dinamika sosial-politik Papua secara kritis dan reflektif.
Penulis/Reporter: Tim BEM STAK Nabire
Editor: Derek Kobepa



