JAYAPURA, YAMENADI.COM - Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Numbay Sektor Asya membahas situasi sosial, politik, dan keamanan di Kabupaten Yahukimo serta Papua secara umum dalam kegiatan penerimaan penghuni baru Persekutuan IK-PMDU di Jayapura, Papua, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 Waktu Papua itu diisi dengan diskusi kelompok dan pertukaran pendapat antara penghuni baru IK-PMDU dengan perwakilan KNPB Wilayah Numbay Sektor Asya. Pembahasan diarahkan pada kondisi terkini di Yahukimo dan berbagai persoalan yang menurut peserta masih dihadapi masyarakat di Tanah Papua.
Dalam kegiatan tersebut, KNPB menyampaikan materi mengenai situasi Yahukimo dari perspektif organisasi. Sejumlah bidang menjadi perhatian dalam diskusi, antara lain ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta penyelenggaraan pemerintahan.
Menurut hasil diskusi yang disampaikan KNPB Wilayah Numbay Sektor Asya, berbagai aspek kehidupan masyarakat di Yahukimo dinilai mengalami persoalan dan tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.
KNPB mengaitkan kondisi tersebut dengan situasi keamanan dan kehadiran aparat militer di Yahukimo dan sejumlah wilayah Papua.
“Dari hasil diskusi kelompok, disimpulkan bahwa berbagai aspek kehidupan di Kabupaten Yahukimo mengalami kemacetan, meliputi bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan seluruh pemerintahan di Kabupaten Yahukimo,” demikian keterangan KNPB Wilayah Numbay Sektor Asya.
Membahas dampak situasi keamanan
Diskusi tidak hanya membicarakan persoalan pelayanan publik, tetapi juga menghubungkannya dengan perkembangan situasi keamanan di Yahukimo dan Papua.
Dalam pandangan KNPB, kehadiran militer menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Organisasi tersebut menyatakan bahwa situasi keamanan telah berdampak terhadap berbagai sumber kehidupan masyarakat.
“Kondisi tersebut terjadi akibat dampak kehadiran militer di Yahukimo dan Papua yang mengakibatkan krisis di berbagai sumber kehidupan masyarakat Yahukimo dan Papua secara luas di seluruh teritori West Papua,” kata KNPB dalam keterangannya.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan KNPB yang disampaikan dalam forum diskusi. Keterangan tersebut tidak secara rinci menyertakan data statistik atau hasil penelitian independen mengenai dampak kehadiran aparat terhadap sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan di Yahukimo.
Meski demikian, isu keamanan dan dampaknya terhadap masyarakat sipil menjadi salah satu topik yang terus dibicarakan dalam berbagai forum masyarakat Papua, terutama ketika berkaitan dengan wilayah yang mengalami konflik bersenjata dan ketegangan keamanan.
Generasi muda menjadi sasaran pembahasan
Kegiatan penerimaan penghuni baru IK-PMDU juga dimanfaatkan KNPB untuk menyampaikan pemahaman mengenai persoalan Papua kepada generasi muda.
Bagi KNPB Wilayah Numbay Sektor Asya, mahasiswa dan pelajar asal Yahukimo dinilai perlu memahami perkembangan daerah asal mereka, termasuk persoalan sosial dan politik yang terjadi di Papua.
Diskusi dilakukan dengan metode kelompok sehingga para peserta diberi ruang untuk menyampaikan pendapat mengenai kondisi Yahukimo dan Tanah Papua.
Forum tersebut kemudian menghasilkan kesimpulan bersama antara penghuni baru IK-PMDU dan KNPB Wilayah Numbay Sektor Asya mengenai situasi yang mereka lihat terjadi di Yahukimo.
KNPB menyebut situasi tersebut sebagai “darurat militer dan kemanusiaan”.
“Situasi di Yahukimo saat ini berada dalam kondisi darurat militer dan kemanusiaan,” demikian kesimpulan yang disampaikan KNPB Wilayah Numbay Sektor Asya.
Seruan untuk terlibat dalam persoalan Papua
Dalam penutupan kegiatan, KNPB juga menyampaikan seruan kepada orang Papua, terutama generasi muda asal Yahukimo, untuk terlibat dalam upaya penyelesaian persoalan yang mereka nilai terjadi di Papua.
Dalam keterangannya, KNPB menggunakan istilah “perlawanan” sebagai bagian dari seruan politik organisasinya.
“Oleh karena itu, sebagai orang Papua, khususnya Yahukimo, perlu melakukan perlawanan secara individu maupun organisasi demi mengakhiri persoalan yang terjadi di West Papua, khususnya Yahukimo,” kata KNPB.
KNPB juga menyatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda mengenai kondisi Papua berdasarkan perspektif perjuangan politik organisasi.
Namun, seruan tersebut merupakan sikap politik KNPB dan bukan kesimpulan independen mengenai kondisi Yahukimo secara keseluruhan.
KNPB: Persoalan Papua perlu diselesaikan
KNPB Wilayah Numbay Sektor Asya menyatakan persoalan yang terjadi di Papua tidak dapat dilepaskan dari persoalan politik yang menurut mereka telah berlangsung dalam waktu panjang.
Dalam forum tersebut, peserta diajak melihat kondisi Yahukimo tidak hanya dari persoalan pembangunan dan pelayanan publik, tetapi juga dari perspektif politik dan keamanan.
KNPB menilai penyelesaian persoalan Papua membutuhkan pembahasan yang lebih mendasar mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Organisasi tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan penghuni baru IK-PMDU yang telah memberikan ruang bagi KNPB untuk menyampaikan materi dalam kegiatan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan untuk menyampaikan materi dalam rangka menyadarkan generasi muda akan situasi di Papua,” demikian pernyataan KNPB Wilayah Numbay Sektor Asya.
Kegiatan di Jayapura itu kemudian ditutup dengan kesimpulan bersama dan penyampaian komitmen peserta untuk terus membahas perkembangan situasi di Yahukimo dan Papua.
Bagi KNPB, ruang diskusi seperti itu menjadi bagian dari upaya menyampaikan perspektif politik organisasi kepada generasi muda Papua.
Sementara itu, berbagai klaim mengenai kondisi ekonomi, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan keamanan di Yahukimo dalam kegiatan tersebut masih perlu dibandingkan dengan data pemerintah, laporan lembaga independen, serta keterangan masyarakat dan pihak lain di lapangan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai situasi Yahukimo.



0 Comments