-->
  • Jelajahi

    Copyright © YAMENADI.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pengikut

    Iklan

    TPNPB Tetapkan Jayapura–Nabire Sebagai Wilayah Perang, Jalan Trans Papua Diancam Ditutup

    Redaksi yamenadi.com
    Jumat, 13 Maret 2026, Maret 13, 2026 WIB Last Updated 2026-03-13T08:06:49Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Jayapura, Yamenadi.com – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) melalui Manajemen Markas Pusat Komando Nasional mengeluarkan siaran pers yang menyatakan penetapan sejumlah wilayah di Papua sebagai zona perang. Pernyataan tersebut disampaikan dalam siaran pers yang dirilis pada Kamis, ,(12/03/2026.


    Dalam pernyataan yang disampaikan oleh juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, disebutkan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi perang pembebasan nasional yang diklaim sedang dijalankan oleh organisasi tersebut di berbagai wilayah Papua.


    Panglima Tinggi TPNPB, Goliath Tabuni, bersama Komandan Operasi Umum TPNPB, Lekagak Telenggen, dilaporkan telah memerintahkan peningkatan operasi di sejumlah wilayah, termasuk Tolikara. TPNPB juga mengklaim akan menutup akses sejumlah ruas Jalan Trans Papua, khususnya jalur Jayapura–Wamena dan Nabire–Puncak.


    Dalam pernyataan itu, TPNPB juga mengeluarkan sejumlah peringatan kepada berbagai pihak, termasuk sopir transportasi, pejabat pemerintah, serta masyarakat yang dituduh membantu aparat keamanan. Organisasi tersebut menyatakan akan mengambil tindakan keras terhadap pihak yang dianggap terlibat dalam operasi militer pemerintah Indonesia di wilayah Papua.


    TPNPB juga menyebut bahwa wilayah Tolikara telah ditetapkan sebagai salah satu daerah operasi militer yang dipimpin oleh komandan lapangan Mayor Botak Wanimbo. Dalam pernyataan tersebut, mereka mengklaim telah merampas satu pucuk senjata api milik aparat keamanan dalam sebuah insiden di wilayah tersebut.


    Selain itu, TPNPB juga mengeluarkan peringatan terhadap aktivitas penerbangan sipil yang memasuki wilayah operasi mereka di Tolikara. Mereka menuduh pesawat sipil telah digunakan untuk mengangkut pasukan dan logistik militer oleh aparat keamanan Indonesia.


    (Yamenadi.com) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Berita Papua

    +