-->
  • Jelajahi

    Copyright © YAMENADI.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pengikut

    Iklan

    Forum Peduli Rakyat Distrik Awina Tolak Program Makan Bergizi Gratis

    Redaksi yamenadi.com
    Senin, 23 Februari 2026, Februari 23, 2026 WIB Last Updated 2026-02-23T11:58:54Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    LANNY JAYA, YAMENADI.COM – Tim Forum Peduli Rakyat (TF-PR) Distrik Awina, Kabupaten Lanny Jaya, menyatakan sikap tegas menolak pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah mereka.


    Penolakan tersebut disampaikan menyusul kekhawatiran atas sejumlah kasus dugaan keracunan makanan yang beredar di media sosial. TF-PR menyebutkan bahwa informasi mengenai “70 hingga 6.000 siswa mengalami kasus keracunan” telah menimbulkan rasa takut di kalangan siswa maupun orang tua.


    “Kami melihat dari kasus akibat MBG yang menghancurkan masa depan anak-anak. Informasi yang beredar membuat siswa dan orang tua merasa takut, karena program dilakukan dengan cara dipaksakan dan makanan yang tidak sehat,” demikian pernyataan tertulis TF-PR Distrik Awina.


    Usulan Pengalihan Anggaran


    Dalam pernyataan sikapnya, TF-PR bersama masyarakat Distrik Awina mengusulkan agar program MBG tidak dijalankan dalam bentuk penyediaan makanan, melainkan dialihkan menjadi bantuan uang tunai yang dapat dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan pendidikan.


    Pada poin pertama pernyataan sikap, mereka meminta:

    1. Koordinator MBG bersama pimpinan sekolah tingkat SD, SMP, SMA serta Kepala Distrik agar mengubah skema MBG menjadi bantuan uang tunai.
    2. Dana tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan siswa SD, SMP, dan SMA setiap bulan. 
    3. Anggaran juga diarahkan untuk melengkapi fasilitas sekolah.


    TF-PR menilai skema tersebut lebih efektif dan mengurangi risiko yang dikhawatirkan masyarakat.


    Peringatan Tanggung Jawab


    Pada poin kedua, TF-PR menegaskan bahwa apabila pernyataan tersebut tidak direspons dengan baik dan tetap terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka pihak-pihak terkait harus bertanggung jawab.


    Mereka menyebutkan sejumlah pihak yang dinilai bertanggung jawab apabila terjadi dampak negatif, yakni:


    1. Badan Koordinator MBG beserta jajarannya.

    2. Kepala Sekolah SMA.

    3. Kepala Sekolah SMP.

    4. Kepala Sekolah SD.

    5. Kepala Distrik Awina.


    “Apabila pernyataan ini tidak direspons dan mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan, maka akan dipertanggungjawabkan oleh pihak-pihak yang bersangkutan,” tegas TF-PR dalam pernyataannya.


    Pernyataan sikap ini secara resmi dikeluarkan oleh Tim Forum Peduli Rakyat (TF-PR) Distrik Awina, Kabupaten Lanny Jaya.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Berita Papua

    +